Thursday, September 7, 2017

PERATURAN BARIS BERBARIS

-->
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)
( Bag. I )
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Apa itu Baris Baerbaris ?
1. Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
b. Maksud dan tujuan
1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
1. Aba-aba
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1) Aba-aba petunjuk
2) Aba-aba peringatan
3) Aba-aba pelaksanaan
1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
b) Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan - GERAK
(bukan lancang kanan)
b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a) GERAK
b) JALAN
c) MULAI
a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK
-hadap kanan -GERAK
-lencang kanan -GERAK
b. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
· Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
· Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul -MULAI
4. Cara memberi aba-aba
a) Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
· Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
· Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
· Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK
Sumber/ Referensi :
1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
2. Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD

KOMPAS & DENSUS 8 EGLE SCOUT



KOMPAS
 &
DENSUS 8 EGLE SCOUT

“Tak akan ada hasil yang mengingkari Proses,”kata kakak ku yang Kami hormati Kak Remon Namanya, beliau seorang Satpam Disekolah Kami, yang dengan tekun dan rela mendidik kami hingga kami dapat meraih apa yang kami impikan. Kalimat itu yang sering diberikan kepada saya dan teman-teman, sebuah kalimat yang memicu semangat dan tekad kami dalam menggapai sebuah tujuan dan cita-cita kami,
Perkenalkan Kompas Densus delapan Egle Scout, sebuah Team yang memiliki komposisi yang sempurna beranggotakan 8 remaja yang memiliki culture wilayah berbeda-beda, memiliki karakater dan watak yang berbeda-beda tapi itulah yang membuat kami semakin kuat, karena kami yakin setiap Sesuatu yang dilakukan bersama pasti akan lebih mudah dan menyenangka, seperti system kerja pasukan semut yang mengangkat makanan mereka yang lebih besar dari mereka secara bersama yang akhirnya dapat menrobos ketidak mungkinan.
Pagi ku saya awali dengan berisiknya suara alaram HP jadulku yang aku seting tepat pukul 04.00 WIB.
“kringggg  krinnnnngggg” akhirnya menyadarkan ku. Bergegas saya pun langsung menuju kamar mandi dan berrrrrrrrrr…. Dinginnya air mengalir kemuka, tanganku dan seluruh tubuhku. Ohh dinginya minta ampun. Dengan ditemani sarung kesayangangku aku menuju masjid samping rumahku melaksanakn aktifitas rutinku bersama Bapak dan Emak.
“Pye Mir”,sapa Bapak.
“Nopone Pak?” jawab ku
“Kapan Budal ke Blitar”? Tanya Bapak Lagi
            “tanggal 22 April Pak” jawabku, memang hari hari ini kami Kompas sedang mempersiapkan sebuah pertempuran di kompetisi yang sangat bergengsi yang bertempat dibumi Bung Karno, Srengat Blitar.
Hari ini kuawali dengan mentari yang muncul dengan malu-malunya dari ufuk timur yang ditemani oleh awan merah yang begitu menawan, butiran embun yang menetes dari dahan ranting daun tetumbuhan sekitar rumah yang menambah indahnya pagi ini, apa lagi ketika mereka terpancar cahaya mentari, menambah kemilau bagai mutiara laut dalam yang indah. Tak terlewatkan fasilitas Tuhan yang begitu besar dan gratis untuk senantiasa kita nikmati, hmmmmmz begitu segar udara pagi ini rasa syukur begitu dalam saya panjatkan dengan memejamkan mata dan melentangkan kedua tanganku menghadap ke timur seraya menyambut indahnya mentari ku hirup dalam-dalam karunia Tuhan ini, puji syukur alhamdulilah. Setelah semua ritual pagi ini aku lakukan bergegaslah aku berganti pakain kebanggaan ku, warna ckolat muda tuk bajuku dan coklat tua tuk celanaku tak lupa kiasan Bendera bangsaku Merah Putih Wrnanya ku gantung di leherku yang kan kujaga dengan taruhan nyawaku.
Setelah siap semua bekalku hari ini bergeserlah aku dengan sepedah tua ku merek tiiiiiiiiiiiit. Menuju pangkalan, markas besar Komando Pasopati (Kompas), dengan semngat kukayuh dengan kuat pedal sepedahku, 15 menit kutempuh jarak dari rumahku, sesampai disana ternyata kawan-kawanku sudah bersiap dilapangan, ada yang bermain Handphone, ada yang bermain Bendara kuning merah, ada yang bermain bendara putih sleret hitam da nada yang hanya bengong liat temanya bersendau gurau. Dengan sigap kutaruh sepedah kesayanganku di parkiran. Langsung aku menuju kelapangan dan bergabung dengan teman-temanku.
“Asalamualaikum Pagi kawan”, sapa ku kepada para sahabatku,
 “Waalaikumsalam bagaimana Mir dengan konsep Piioneringnya sudahkah selesai?” Tanya sang pinru Kepada ku
Berbagai pembahasan kami lakukan sambil menunggu jam latihan dimulai. Percakapan kami pun terhenti ketika peluit Panjang dari Pinru berbunyi
Dengan lantang,”Siap Grak” aba-aba mengawali barisan kami pun terlontar dengan sikap tegas dan mantebnya Pinru kami memimpin kami,
 Apel pun dimulai, dengan kakak Pembina satuan kami kak Samsul namnya memberikan arahan latihan hari ini, hari ini kita berlatih variasi baris-berbaris sekaligus gladi bersih karena dua hari lagi kita sudaf berangkat menuju lokasi pertempuran.
“Tak akan ada Hasil Yang Mengingkari Proses.” Kalimat penyemagat dari Kak Agus yang sering diberikan kepada kami diualangi lagi oleh Kak Samsul, maksud dari kalimat itu adalah ketika kita mau menyiapak segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan kemampuan kita semaksimal mungkin kita akan memperoleh hasil yang maksimal juga, dan sebaliknya juga akan begitu, maka dari itu dalam setiap hal kami Anak pramuka selalu bersungguh-sungguh Dilapangan dan begitu juga dikelas. Jika kita ingin jadi Juara kelas kita juga selalu belajar dengn maksimal.
            Hari yang kami tunggupun akhirnya datang, 2 bulan proses kita berlatih mempersiapkan semua perlombaan telah selesai, proses pembuktian “Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses” itu pun akan terbuki disana. Semua anggota team satu persatu mulai datang di Pangkalan, kakak-kakak team Official juga sudah sibuk mempersiapkan perlengkapan kami, sambil bersenda gurau untuk menghangatkan tubuh dimalam ini, ya krena kami berangkat malam hari, menggunakan kendaraan bak terbuka, satu persatu barang perlengkapan mulai naik ke kednaraan yang tertutup oleh terpal. Tepat pada waktu yang dinanti-nanti kita akan bergeser ke medan pertempuran melawan keegoisan yang ada pada diri ini, untuk menyatukan tekad bersama di Bumi Sang Proklamator Bumi Bung Karno. Dengan senyum lebar dan doa restu orangtua kami, kami berangkat.
Ditanggal 22 April 2017, pagi hari mata kami sudah terbuka di Bumi Bung Karno, aktivitas ritual pagi ini sudah kami laksanakan bersama, mandi,sholat dan makan sudah kami lakukan bersama tak lupa suara hentakan dan triyakan lagu-lagu penyemangat team kami suarakan. Awal proses pembuktian tlah dimulai ditandai dengan pelepasan balon dari panitia.
“Bismillah, Kawan mari kita mulai”. Kata Pinru pada kami
“siap Ndan’. Jawab Kami serempak.
“Hahahah”. Suara tawa pun keluar dari teman kami Happy namanya, sesuai dengan namanya dia yang selalu memecahkan suasana tegang yang ada dalam team. Yang makin menambah rasa nyaman dalam team ini. Jangan lupa walaupun kita disini berkompetisi dengan berbagai team yang ada di kab. Blitar ,Tulungagung dan sekitarnya, kami tetap menjaga persahatan antar anggota dari Team yang lain, disela-sela waktu giat yang padat kami gunakan utnuk menyambung tali silaturahmi dengan team lain, karena pramuka itu , Messenger Of Peace Pembawa Pesan Perdamain, betul Gak?, Karena setiap orang bisa masuk diorganisasi ini, dan akan pernah dibedakan apa agamanya, apa sukunya, apa warna kulitnya, dan lain sebagainya. Sragamnya aja sama, sama-sama memakai kalung bendera pusaka Bangsa Indonesia.
Tiga hari berlalu begitu cepat, semua rasa capek dalam setiap latihan terbalasakan dalam 3 hari ini. Cerita 3 hari di Bumi Bung Karno kami ukir bersama. Canda, tawa, setiap proses kita lalui bersama, peluh yang menetes selama tiga hari akan terjawab hari ini. Saat-saat- medebarkan akhirnya datang suasana tegang yang ada di lapangan utama terlihat diseluruh wajah umat manusiia yang ada dilapangan ini. Begitu juga wajah para kakak Pembina dan Official tiap Team. Satu persatu poin-poin lomba dibacakan suara triakan gembira bagi mereka Team yang tersebut sebagai juara. Tapi kami hanya suara dzikir pada Tuhan yang tetap kami lantunkan. Memohon pada Tuhan agar memberikami yang terbaik dari yang terbaik. Satu persatu Piala kami peroleh tapi bukan ini yang kami minta, hingga saat yang paling ditunggu dari semua team. Pengumuman Juara sebenarnya Juara UMUM.
Dzikir kami makin kencang makin kencang dan Subhanallah,
“JUARA UMUM LOKAGALANG 2017 Team Rajawali Tulungagung”. Suara lantang dan Keras dari kakak Panitia
Yang memcahkan suara hening lapangan, suara triak tangis dari kami pun tak terbendungkan, sujud syukur pada allahpun kami lakukan. Suasana haru secara otomatis terluapkan ditengah lapangan. Alangkah bahagianya kami. Proses persipan yang begitu berat kami lakukan tidak sia-sia. Pesan dari kakak- kakak kami yang tetap jadi pedoman dalam hidup kami. Semua yang dilakukan bersama dengan ikhlas akan menjadi lebih mudah dan indah, seperti pepatah “satu lidi akan mudah di patahkan dari pada sepuluh lidi”. Seperti burung bangau yang selalu terbang membentuk huruf V yang dapat membelah angin yang akhirnya mempermudah mereka terbang berpindah tempat dan apabila pemimpin mereka lelah secara otomatis akan digantikan salah satu mereka, den apabila salah satu dari mereka sakit mereka tak pernah meninggalkanya.”
Setiap Remaja memiliki kesempatan untuk membuat sejarah nya masing-masing, tinggal bagaimana Remaja itu akan menulis sejarahnya sendiri akankah di tulis dengan cerita yang indah atau sebaliknya. Gunakan kesempatan mudamu untuk hal yang indah dan menjadi cerita yang indah kelak ketika kita tua.
“Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses”

Tulungagung 6 Juni 2017
Komunitas Alumni Pasopati
AGUS RIYANTO, S.Pd.I

Tuesday, April 25, 2017

LOKAGALANG SMAN 1 SRENGAT BLITAR 2017



LOKAGALANG SMAN 1 SRENGAT BLITAR 2017
BLITAR 22-24 April 2017,

Loka Galang adalah perlombaan yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Srengat yang dilaksanakan saat Pertengahan Semester 2 event yang pertama kali di ikuti oleh ESTIKED SCOUT PASOPATI

Pada Kesempatan ini Scout Pasopati mengirimkan 2 Regu, Rajawali dan Teratai,dengan komposisi 8 personil AnggotaTeam Inti yang kami miliki, dengan semangat pantang menyerah lomba kami persiapkan dengan matang dan keyakinan bahwa kita akan berhasil di lomba ini.
malam itu hari Jumat tanggal 21 april 2017 pukul 18.00 WIB, kita sudah berkumpul di Halaman Sekolah SMPN 3 Kedungwaru, dengan berbekal keyakinan dan tekad yang kuat serta kekompakan team yang kami miliki kita bersiap untuk berangakat menuju sasana peperangan do Bumi sang Proklamator Bumi Bungkarno SMAN 1 Srengat Blitar, tak lupa ritual adat yang kami miliki kami laksanakan berdzikir berdoa bersama memohon ridho Allah SWT agar kegiatan kita ini berjalan dengan Lancar dengan dipimpin Kak AGUS selaku Pembina kami.
Dengan Izin Allah SWT puji syukur alhamdulilahirabil alamin dalam kegiatan Ini kami Akhirnya dapat membawa Tropy Juara Umum regu Rajawali  dan Juara 2 terbai regu teratai. dan 20 Tropy Tiap Perlombaan.
Semoga Allah senantiasa memberi barakah kepada Gugus Depan Tulungagung 03.091-03.092 pangkalan SMPN 3 Kedungwaru  

Cooking contest
3.macan
2.udanawu
1.rajawali ked
3.teratai ked
2.venus
1.black orcid
*Code olympiade
3.pegasus udanawu
2.dragon
1.tarantula
3.teratai ked
2.teratai mrh
1.asoka ked
*Scout olympiade
3.rajawali ked
2.pegasus ked
1.pegasus udanawu
3.teratai ked
2.sakura
1.tulip
Dress code
3.rajawali ked
2.pegasus ked
1.pegasus udanawu
3.lili
2.black orchid
1.teratai ked
*Pidato
3.rajawali
2.pegasus udan
1.macan
3.teratai mrh.
2.white jsmine
1.tulip
*busines plan
3.pegasus ked
2.macan
1.rajawali ked
3.tulip
2.asoka srengat
1.white jasmin
*jelajah
3.pegasus udanawu
2.macan
1.rajawali ked
3.teratai mrh
2.white jasmin
1.asoka ked
3.pefasus ked
2.rajawali
1.macan lod
-Cipta cerpen
3 pegasus 2 ked
2 harimau
1 pegasus mts udanawau
3 teratai merah
2 asoka ked
1 asoka smp 1 srengat
- pionering
3 harimau
2 haney bee
1 rajawali smp 3 ked
3 asoka ked
2 teratai smp 3 ked
1 white jasmin
- kolase
3 honey bee
2 rajawali ked
1 pegasus udan
3 teratai ked
2 black orchid
1 white jasmine
*tenda
3.macan
2.pegasus ked
1.rajawali
3.tulip,white jasmine
2.black orchid
1.teratai ked
*pensi
3.smp2 ponggok
2.smp 2 ked
1.smp 3 ked
*yel
3.smp 2 ked
2.mu
1.smp 3 ked
*lkbb
3.mts udanawu
2.smp 3 ked
1.smp 2 ked
*short movie
3.smp 2 ponggok
2.smp 3 ked
1.mtd miftahul ulum
Putra
4.pegasus ked
3.macan
2.udanawu
1.rajawali ked
*Putri
3.tulip
2.teratai
1.white jasmin
Juara tersemangat
#smp 2 ponggok
*juara umum
Smp 3 kedungwaru

SCOUT PASOPATI JAYA SELALU

Monday, February 13, 2017

Pembelajaran Berdisiplin
Oleh: Ahmad Fahrudin

Disiplin adalah salah satu kata kunci untuk menuai banyak kesuksesan. Disiplin bisa dimulai dari hal kecil. Bangun pagi misalnya, apabila bangun pagi ini tidak biasa disiplin, maka saya yakin, pagi-pagi adalah hal yang akan dibenci oleh semua orang. Karena membuka mata adalah hal terberat.
Sejak kecil, kita sudah dilatih untuk berdisiplin diri. Saya ingat betul, apabila hari Senin tiba. Maka diawali dengan upacara bendera. Di sana terdapat beberapa perilaku dan sikap yang diajarkan untuk kedisiplinan.
Mulai dari seragam. Kita harus berseragam rapi, pakai dasi, topi, sepatu hitam. Belum lagi masuk dalam baris berbaris. Pandangan lurus ke depan, dada agak dibusungkan, dan siap mengikuti tata aturan upacara. Apa yang diperintahkan oleh pemimpin upacara, maka kita siap sedia untuk melaksanakan.
Kegiatan semacam inilah yang pada mulanya diajarkan untuk melatih kedisiplinan dalam diri pribadi. Dalam sebuah perusahaanpun tidak ketinggalan dengan kata disiplin.
Perusahaan yang menerapkan tingkat disiplin tinggi kepada para pekerjanya akan menjadi bonafit dan mampu bersaing dengan perusahaan di segala multi dan level.
Beda dengan perusahaan yang masuknya semaunya. Sistemnya tidak jelas lagi. Waktu bangkrut dan kehancuran tinggal menunggu saja.
Patut kiranya kita merenung atas ungkapan Maria Montessori, tokoh pendidikan dari Italia (1870-1952), "Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak menjadi loyo, pasif, atau penurut".
Ini artinya, kedisiplinan dalam dunia pendidikan merupakan harga mutlak. Tak bisa ditawar dan tak bisa dibeli. Semuanya harus dilatih, diupayakan, sehingga mampu dibiasakan oleh setiap pribadi. Sehingga pada titik inilah sesuatu yang biasa menjadi hal yang luar biasa.
Kita patut kiranya berpikir ulang. Jika kesuksesan dan keberhasilan belum menyapa kita, barangkali kita kurang disiplin dalam melakoni setiap usaha kita. Boro-boro disiplin dalam usaha. Disiplin bangun pagi aja sulit, makanya rezekinya dipatok ayam.
Penderitaan karena berdisiplin lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan--Mario Teguh. Saatnya kita memilih untuk yang terbaik bagi kita. Apakah kita memilih penyesalan yang berujung kekecewaan, ataukah berdisiplin tapi menderita yang berakibat kesuksesan? .

Tulungagung, 06 Pebruari 2017

Tuesday, February 7, 2017

pendidikan Hemat untuk anak

Mengajarkan Pendidikan Hemat Sejak Dini
Oleh: Ahmad Fahrudin

"Singkatnya, jalan menuju kekayaan, jika Anda menginginkannya, sesederhana jalan ke pasar. Ia tergantung terutama pada dua hal: rajin dan hemat, jelasnya: janganlah menyia-nyiakan waktu (tidak rajin) ataupun uang (tidak hemat)." -- Benyamin Franklin
Saya mencermati kalimat hikmah di atas. Memang benar adanya dan itu sesuai dengan kenyataan sekarang ini. Apalagi hidup yang dituntut dengan segala pemenuhan serba instan, sehingga budaya konsumtif merambah kepada semua golongan.
Beberapa hari yang lalu saya membaca suatu artikel yang berjudul mengajarkan anak untuk belajar hemat dengan cara menabung.
Seketika ingatan saya meluncur jauh ke belakang. Ketika saya duduk di bangku kelas Sekolah Dasar. Namanya bapak Sakri, kalau di kampungnya beliau mempunyai panggilan bapak Sukri. Entah apa yang menyebabkan panggilannya berbeda satu huruf saat di sekolah dengan di kampung. Jelasnya saya tidak tahu.
Beliau mengajarkan arti penting makna suatu kehidupan, walaupun saya dan teman-teman seangkatan baru kelas 3. Kurang lebih umur kita adalah 9 tahun.
Kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, kebudayaan dan tradisi, serta budaya hidup hemat beliau ajarkan dan tauladankan kepada kami. Kalau boleh saya menyimpulkan --pengajaran dan pendidikannya lebih dititik-tekankan pada hal yang berhubungan dengan kearifan hidup.
Satu hal yang saya rasa berhubungan dengan artikel jika dihubungkan dengan pendidikan yang diajarkan bapak Sakri adalah menabung. Dengan menabung maka kita bisa dikatakan hidup hemat. Bukankah peribahasa mengajarkan, hemat pangkal kaya.
Saya ingat betul dengan alat yang kami pakai untuk menabung bersama dengan teman sekelas. Namanya adalah 'bumbung'. Bumbung ini berasal dari bambu yang dipotong satu ruas. Kemudian dibersihkan dan dirapikan. Bagian atas dikasih lubang untuk jalan masuknya uang keping logam.
Hidup hemat inilah yang diajarkan oleh beliau. Setiap satu minggu sekali dihari jum'at seingat saya sebelum istirahat, kami harus menabung ke dalam bumbung. Bumbung ini kami simpan di almari kelas.
Selama satu tahun saya menabung, kurang lebih uang tabungan saya terkumpul 125 ribu. Jumlah yang cukup besar bagi saya waktu itu. Uang yang terkumpul bisa saya belikan buku, sepatu, dan tas. Rasanya puas tak terperi mampu membeli sesuatu dengan uang hasil tabungan.
Budaya inilah yang seharusnya tetap dipertahankan dalam dunia pendidikan. Khususnya anak usia sekolah dasar. Dengan menabung, akan mengajarkan beberapa hal.
Pertama, budaya hidup hemat. Kedua, penanaman karakter kepada anak. Ketiga, mengajarkan kepada mereka untuk mengatur keuangan. Dan saya yakin masih banyak lagi segi positifnya.
Dalam artikel tersebut dijelaskan. Alat menabung bisa menggunakan bahan-bahan bekas. Seperti; kaleng bekas minuman, botol, sehingga mampu mengarah pada keramahan lingkungan.
Dan sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa. Ingin dibentuk seperti apa, sehingga daya kreativitas anak mampu tereksplor dengan baik.
Marilah kita ajarkan anak untuk menabung sejak dini, dengan tidak meninggalkan sisi kreativitas anak. Tabungan adalah biaya hidup masa depan yang sudah kau miliki hari ini.
Terkhusus untuk guruku bapak Sakri Al-Maghfurlahu, semoga engkau khusnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni dosa-dosanya, dan diterima amal baiknya, termasuk amal yang diajarkan kepada kami. Aamiin.
Tulumgagung, 07 Pebruari 2017

Sunday, January 22, 2017

JUARA UMUM GELORA PENGGALANG DI MAN 3 TULUNGAGUNG

 Penyerahan Tropy di SMPN 3 Kedungwaru

Puji Syukur Alhamdulilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT. berkat ijinnya kami masih diberi kesempatan untuk kedua kalinya membawa pulang Piala bergilir Ka kwarcab Tulungagung, walaupun telat postingan arrtikel ini. tetapi tak akan mengurangi syukur kami kepada Alloh SWT.

lomba Gelora Penggalang ini di laksanakan Oleh MAN 3 Tulungagung yang beralamat Di Desa Tanen Kec. Rejotangan berapa diujung Timur selatan Kota Tulungagung tercinta yang juga berdekatan dengan salah satu tempat wisata alam yang indah dan tak lepas daricerita Babad Tulungagung yaitu Wisata Alam Kandung yang ada Air Terjun yang Indah sekali.

Lomba ini Di Ikuti dari Berbagai Sekolah tingkat SMP/ MTs Se Ekskarisidenan Kediri, alhamdulilah kami masih dapat mempertahankan Tropy juara Umum untuk tahun 2016 ini. mudah - mudahan di event selanjutnya kita masih dapat membawa pulang lagi piala ini

HIKING GOA TRITIS - GUNUNG BUDHEG - TULUNGAGUNG - PRAMUKA KEREN

PRAMUKA KEREN









DOKUMENTASI KEGIATAN PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU

  DOKUMENTASI   KEGIATAN  PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU