Keseruan tersaji dalam ajang
Giat Prestasi Penggalang akhir pekan lalu (15/8).
Sebanyak 6 regu dari Kontingen Kab. Tulungagung adu skill dalam beberapa
lomba dengan Regu-regu Penggalang Se-Jawa Timur. yang dibungkus dalam sebuah Kegiatan Jelajah Sejarah bangsa. Mulai Pembuatan Pete Pita, sandi morse samphore, creative Yel Song Dance,menulis berita feature, Kim, kemudia Cerdas Cermat kebangsaan yang menggunakan System rangking satu pada esok harinya.
Ranking I
Menggunakan sistem gugur, para peserta berlomba menyajikan jawaban paling
tepat. Apalagi, tantangan yang diberikan tidak hanya tentang teks Pramuka, tapi
juga pengetahuan umum. Dengan waktu pengerjaan 15 detik, mereka berpacu dengan
waktu. ”Pada game ini, berlaku skor bertingkat sesuai kesulitan soal.
Yang salah menjawab, langsung tersingkir,”.
banyak kenangan dan ilmu dalam kegiatan ini. sekali lagi segala sesuatu yang kita usahakan dengan keyakikan dan ke ikhlasan akan menghasilkan sebuah keberhasilan yang sejati. apapun itu.
Pramuka Keren Pramuka Perekat NKRI. Penggalang Jawa timur Luar Biasa.
Tiga
(3) Generasi berbeda, putra -putri bangsa yang berbeda pula, tapi
memiliki cita - cita sama, menjunjung tingi Bangsa Indonesia. sebuah
kegiatan perlombaan pastinya ada menang ada kalah, tetapi bukan itu
tujuan sebenarnya dalam diri kita. tapi sebuah proses untuk mencapai
tujuan itu yang lebih penting dari segalanya.
Proses
seorang mengalahkan musuh terbesar dalam dirinya, yaitu Ego,
individualisme dll. yang sebenarnya menjadi momok terbesar dala setiap
insan manusia. siapa yang ingin berhasil atau menang kalahkan dulu diri
kita sendiri sebelum mengalahkan orang lain.
Hari
itu tanggal 5 September 2018 kami 20 remaja anggota Penggalang SMPN 3
Kedungwaru berangkat dari pangkalan menju gelanggang Gelora Penggalang V
dengan penuh semngat dan percaya diri. dengan keyakinan Allah akan
selalu meridhoi semua usaha yang sudah kami lakukan selama satu bulan.
guna mempersiapkan semua perlombaan. Puji syukur alhamdulah Allah SWT
telah menjawab semua doa kami, usaha kami usaha seluruh kelarga besar
Pramuka Pasopati, kakak-kakak Kompas yang selalu setia membantu kami.
Juara UMUM 3 kalinya kami dapatkan, Juara UMUM piala Bergilir Ka Kwarcab
Tulungagung pun Kami pertahankan . Pramuka Luar biasa . Jayalah Pramuka
Jayalah Indonesia
semoga Allah senantiasa memberikan Barakahnya kepada kita aamiin.
PRAJA MUDA KARANA Oleh: Kak Lanang Kuncoro Kredit: Kak Tri Purwadi
Saat pertama kali diperkenalkan, istilah PRAMUKA bukanlah akronim dari "Praja Muda Karana". Melainkan satu kata yang diambil dari Bahasa Jawa, PARAMUKA (dilafalkan: poromuko).
Paramuka disusun dari dua kata, para (orang-orang) dan muka (wajah, depan). Secara harfiah artinya "orang yang di depan". Masih senada dengan: scout, guide, padvinder dan pandu.
Tambahan : dari buku 75 Tahun Kepanduan/Kepramukaan "Patah Tumbuh Hilang Berganti" Istilah "pramuka" pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada saat berpidato dalam sebuah acara PKPI (federasi kepanduan putri). Beliau menyatakan telah berdiskusi dengan Pandu Agung Sri Sultan HB IX dan muncul ide melebur organisasi kepanduan dalam satu organisasi dengan nama "pramuka". Pramuka berarti "mereka yang berada di muka".
Kemudian dalam AD/ART Gerakan Pramuka diterangkan bahwa PRAMUKA merupakan akronim dari "Praja Muda Karana". Selama ini kita sering membaca bahwa "Praja Muda Karana" dirtikan "orang muda yang berkarya". Akan tetapi secara harfiah semestinya bukan seperti itu.
Frasa "Praja Muda Karana" juga berasal dari Bahasa Jawa. 1. Praja artinya kerajaan, wilayah atau negara. 2. Muda artinya pemuda, orang muda. 3. Karana artinya melalui.
Maka "Praja Muda Karana" secara harfiah dapat diartikan "Negara yang dibangun melalui pemudanya". Jika kita perdalam, sesuai dengan janji Trisatya yang salah satunya "Menolong sesama hidup dan membangun masyarakat."
Apa yang diperbuat para pemuda tersebut untuk membangun negaranya? Tentunya dengan berkarya. Berkarya supaya dapat hidup mandiri, sehingga memiliki "energi" untuk membangun negaranya. Mungkin disinilah benang merah sehingga "Praja Muda Karana" dijabarkan sebagai "orang muda yang berkarya".
Seperti kita ketahui bahwa berkemah merupakan suatu kegiatan yang
menarik, tidak saja bagi orang dewasa, tetapi juga bagi pemuda dan
remaja. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada saat liburan, mereka
meninggalkan rumah, pergi ke alam bebas dan disana mendirikan tenda
untuk berkemah. Pemilihan tempat berkemah tergantung dari rencana yang
sudah diprogramkan, apakah di daerah pantai yang indah, di lereng
pegunungan yang sejuk atau di lembah yang mempesona, kadang-kadang juga
dilakukan di tepi hutan dekat dengan sungai yang menakjubkan.
Semua
acara diperkemahan dilakukan dengan riang gembira, walaupun tidak
menutup kemungkinan pekerjaan itu penuh dengan rintangan yang tidak
kecil. Selain membawa perlengkapan berkemah, mereka juga memanfaatkan
bahan-bahan dari alam sekitarnya dengan tidak merusak lingkungan
tersebut.
Suasana yang baik itu oleh Gerakan Pramuka digunakan untuk
maksud-maksud pendidikan, oleh karenanya berkemah dalam Gerakan Pramuka
diatur/ditata sebagai berikut :
Maksud dan Tujuan Perkemahan :
1. Maksud (1) Mempraktekkan sistem beregu
(2) Mempraktekkan prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup
(3) Mempraktekkan pembinaan jasmani dan rohani
(4) Mempraktekkan pembinaan hidup beragama
(5) Menjadikan alat untuk tolok ukur kemampuan pribadi
2. Tujuan (1) Meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
(2) Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri
(3) Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh
(4) Meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan ketrampilan
(5) Membina kerja sama, gotong royong dan kerukunan
(6) Melatih hidup prasahaja dan berswadaya
(7) Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman
(8) Menanamkan kecintaan pada tanah air dan menumbuhkan kesadaran untuk berbakti
Macam Perkemahan 1. Menurut waktunya, perkemahan dibagi dalam :
(1) Perkemahan satu hari (siang hari saja), terkadang disebut Perkemahan Sehari ( PERSARI )
(2) Perkemahan Sabtu Minggu, disebut juga PERSAMI (3) Perkemahan yang waktunya lebih dari 3 hari
2. Menurut tempat berkemah, dibagi dalam : (1) Perkemahan menetap (dari awal sampai akhir tetap ditempat itu)
(2) Perkemahan safari (berpindah-pindah tempat)
3. Menurut tujuannya, dibagi dalam : (1) Perkemahan untuk lomba
(2) Perkemahan untuk persahabatan dengan acara santai
(3) Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek)
(4) Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungannya
(5) Perkemahan untuk rekreasi
4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam :
(1) Perkemahan 2 (dua) orang (perkemahan pengembaraan penegak)
(2) Perkemahan satu regu Penggalang
(3) Perkemahan satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, Ambalan Penegak atau Racana Pandega
(4) Perkemahan tingkat Kwartir Ranting/Cabang/Daerah/Nasional, Kawasan/Dunia
Pelaksanaan Perkemahan
Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah :
1. Persiapan
(1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya
(2) Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah
(3) Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat
(4) Pembentukan panitia/staf pelaksana
(5) Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan
2. Pelaksana
(1) Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab
(2) Pembantu-pembantu dari pembina pramuka
(3) Panitia/staf pelaksana sesuai keperluan
(4) Pembagian tugas pendayagunaan
3. Acara
(1) Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar
(2) Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah
(3) Acara perorangan dan kelompok
4. Pelaksanaan
(1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan
(2) Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan
(3) Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat
(4) Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya
(5) Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu terluang
(6) Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan
5. Penyelesaian
(1) Pembongkaran tenda-tenda
(2) Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang)
(3) Pengecekan pengembalian barang pinjaman
(4) Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat
(5)
Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat
yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau
lainnya.
1 Evaluasi
Untuk mengetahui hasil perkemahan dan sebagai bahan pertimbangan
untuk perkemahan di masa-masa mendatang kita dapat mengevaluasi dengan :
1. Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok selama berkemah
2. Mengajukan pertanyaan kepada peserta perkemahan
3. Melihat perubahan sikap peserta perkemahan sebelum dan sesudah pulang berkemah
4. Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak)
5. Kekurangan dan kesalahan serta hambatan dicatat guna perbaikan pada perkemahan yang akan datang
6. Menyusun laporan hasil berkemah merupakan suatu kewajiban untuk penanggung jawab perkemahan Lain-lain1.
Untuk perkemahan besar dapat dibentuk panitia pelaksana dengan
mengikutsertakan petugas-petugas yang mempunyai keahlian sesuai bidang
tugas yang diperlukan dari luar Gerakan Pramuka
2. Syarat memilih tempat berkemah :
(1) Tanahnya rata, atau sedikit miring dan berumput
(2) Ada pohon pelindung
(3) Ada saluran pengeringan/pembuangan air
(4) Dekat sumber air
(5) Pemandangan menarik
(6) Ada arena petualangan
(7) Terjamin keamanannya
(8) Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya
(9) Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan dan lain-lain
(10) Tidak ditepi jurang
(11) Tidak dekat dengan rawa-rawa
(12) Tidak dibawah pohon kelapa yang sedang berbuah atau tidak dibawah pohon yang mudah patah/tumbang
(13) Ada sinar matahari
Perkemahan sebagai alat pendidikan dalam kegiatan kepramukaan
harus dapat memenuhi norma-norma dan peraturan serta persyaratan
perkemahan yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai
pendidikan, perlu dibuat program dan disusun acara kegiatan dalam
perkemahan dengan cara pelaksanaan yang tepat, teratur dan tertib serta
meningkat.
Acara
diperkemahan antara lain, bertualang, menjelajah, mengamati,
menyelidik, berlatih dan menyiapkan segala keperluan untuk hidup
sehari-hari selama dalam perkemahan
Tepat Tanggal
25 Februari regu penggalang dari berbagai SMP/Mts di Jawa Timur berkumpul dalam
sebuah ajang perlombaan yang diadakan oleh salah satu sekolah menengah kejuruan
yaitu SMKN 5 Surabaya dengan nama EAST JAVA SCOUT OLIMPIADE COMPETITION
(STATION) IV 2018. Satu dari lembaga pendidikan yang mengikuti ajang ini
yaitu Sekolah menengah pertama disalah satu kota diselatan Jawa Timur, yaitu
Kabupaten Tulungagung SMPN 3 KEdungwaru, mengirimkan 4 regunya terdiri dari 2
Regu Putra dan 2 Regu Putri.
Berbagai lomba
telah dipersiapkan dengan matang, dan keyakinan yang luarbiasa dalam hati
mereka sebuah proses untuk menggapai tujuan. Mereka yakin berangkat dari kota
Marmer menuju kota Pahlawan Surabaya untuk meraih sebuah kemengang, tepat pukul
17.30 hari sabtu 24/02 mereka berkumpul di titik kumpul tengah kota disebuah
stasiun. Dengan gerbong kereta mereka diantarkan menuju kota Surabaya.
Ada 6 lomba
dalam event ini, ada Panahan, Scout Chef, Pionering, CC, SMS dan desain Poster.
Dalam kesempatan kali ini mereka telah mensukseskan latihan mereka dengan
meraih Juara 1 & 3 Putra Scout Chef,
Juara 1 &2 Scout Chef Putri, Juara 2 Memanah, dan Juara 2 Regu Putra. Dengan
perjuangan yang telah mereka lakukan dengan keyakinan Tak Akan Ada Hasil Yang
Mengingkari Proses.
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Apa itu Baris Baerbaris ?
1.Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
b.Maksud dan tujuan
1)Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2)Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3)Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4)Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5)Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
1.Aba-aba
a.Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b.Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1)Aba-aba petunjuk
2)Aba-aba peringatan
3)Aba-aba pelaksanaan
1.Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a)Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
b)Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
2.Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a)Lencang kanan - GERAK
(bukan lancang kanan)
b)Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3.Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a)GERAK
b)JALAN
c)MULAI
a.GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK
-hadap kanan -GERAK
-lencang kanan -GERAK
b.JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
·Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
·Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
·Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
·Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
·Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c.MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul -MULAI
4.Cara memberi aba-aba
a)Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b)Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
·Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
·Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c)Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
·Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d)Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e)Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f)Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g)Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h)Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
“Tak akan ada hasil yang mengingkari Proses,”kata
kakak ku yang Kami hormati Kak Remon Namanya, beliau seorang Satpam Disekolah
Kami, yang dengan tekun dan rela mendidik kami hingga kami dapat meraih apa
yang kami impikan. Kalimat itu yang sering diberikan kepada saya dan
teman-teman, sebuah kalimat yang memicu semangat dan tekad kami dalam menggapai
sebuah tujuan dan cita-cita kami,
Perkenalkan Kompas Densus delapan Egle Scout, sebuah
Team yang memiliki komposisi yang sempurna beranggotakan 8 remaja yang memiliki
culture wilayah berbeda-beda, memiliki karakater dan watak yang berbeda-beda
tapi itulah yang membuat kami semakin kuat, karena kami yakin setiap Sesuatu
yang dilakukan bersama pasti akan lebih mudah dan menyenangka, seperti system
kerja pasukan semut yang mengangkat makanan mereka yang lebih besar dari mereka
secara bersama yang akhirnya dapat menrobos ketidak mungkinan.
Pagi ku saya awali dengan berisiknya suara alaram HP
jadulku yang aku seting tepat pukul 04.00 WIB.
“kringggg krinnnnngggg” akhirnya menyadarkan ku.
Bergegas saya pun langsung menuju kamar mandi dan berrrrrrrrrr…. Dinginnya air
mengalir kemuka, tanganku dan seluruh tubuhku. Ohh dinginya minta ampun. Dengan
ditemani sarung kesayangangku aku menuju masjid samping rumahku melaksanakn
aktifitas rutinku bersama Bapak dan Emak.
“Pye Mir”,sapa Bapak.
“Nopone Pak?” jawab ku
“Kapan Budal ke Blitar”? Tanya Bapak Lagi
“tanggal
22 April Pak” jawabku, memang hari hari ini kami Kompas sedang mempersiapkan
sebuah pertempuran di kompetisi yang sangat bergengsi yang bertempat dibumi
Bung Karno, Srengat Blitar.
Hari ini kuawali dengan mentari yang muncul dengan
malu-malunya dari ufuk timur yang ditemani oleh awan merah yang begitu menawan,
butiran embun yang menetes dari dahan ranting daun tetumbuhan sekitar rumah
yang menambah indahnya pagi ini, apa lagi ketika mereka terpancar cahaya
mentari, menambah kemilau bagai mutiara laut dalam yang indah. Tak terlewatkan
fasilitas Tuhan yang begitu besar dan gratis untuk senantiasa kita nikmati,
hmmmmmz begitu segar udara pagi ini rasa syukur begitu dalam saya panjatkan
dengan memejamkan mata dan melentangkan kedua tanganku menghadap ke timur
seraya menyambut indahnya mentari ku hirup dalam-dalam karunia Tuhan ini, puji
syukur alhamdulilah. Setelah semua ritual pagi ini aku lakukan bergegaslah aku
berganti pakain kebanggaan ku, warna ckolat muda tuk bajuku dan coklat tua tuk
celanaku tak lupa kiasan Bendera bangsaku Merah Putih Wrnanya ku gantung di
leherku yang kan kujaga dengan taruhan nyawaku.
Setelah siap semua bekalku hari ini bergeserlah aku
dengan sepedah tua ku merek tiiiiiiiiiiiit. Menuju pangkalan, markas besar
Komando Pasopati (Kompas), dengan semngat kukayuh dengan kuat pedal sepedahku,
15 menit kutempuh jarak dari rumahku, sesampai disana ternyata kawan-kawanku
sudah bersiap dilapangan, ada yang bermain Handphone, ada yang bermain Bendara
kuning merah, ada yang bermain bendara putih sleret hitam da nada yang hanya
bengong liat temanya bersendau gurau. Dengan sigap kutaruh sepedah kesayanganku
di parkiran. Langsung aku menuju kelapangan dan bergabung dengan teman-temanku.
“Asalamualaikum Pagi kawan”, sapa ku kepada para
sahabatku,
“Waalaikumsalam
bagaimana Mir dengan konsep Piioneringnya sudahkah selesai?” Tanya sang pinru
Kepada ku
Berbagai pembahasan kami lakukan sambil menunggu jam
latihan dimulai. Percakapan kami pun terhenti ketika peluit Panjang dari Pinru
berbunyi
Dengan lantang,”Siap Grak” aba-aba mengawali barisan
kami pun terlontar dengan sikap tegas dan mantebnya Pinru kami memimpin kami,
Apel pun
dimulai, dengan kakak Pembina satuan kami kak Samsul namnya memberikan arahan
latihan hari ini, hari ini kita berlatih variasi baris-berbaris sekaligus gladi
bersih karena dua hari lagi kita sudaf berangkat menuju lokasi pertempuran.
“Tak akan ada Hasil Yang Mengingkari Proses.”
Kalimat penyemagat dari Kak Agus yang sering diberikan kepada kami diualangi
lagi oleh Kak Samsul, maksud dari kalimat itu adalah ketika kita mau menyiapak
segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan kemampuan kita semaksimal
mungkin kita akan memperoleh hasil yang maksimal juga, dan sebaliknya juga akan
begitu, maka dari itu dalam setiap hal kami Anak pramuka selalu
bersungguh-sungguh Dilapangan dan begitu juga dikelas. Jika kita ingin jadi
Juara kelas kita juga selalu belajar dengn maksimal.
Hari
yang kami tunggupun akhirnya datang, 2 bulan proses kita berlatih mempersiapkan
semua perlombaan telah selesai, proses pembuktian “Tak Akan Ada Hasil Yang
Mengingkari Proses” itu pun akan terbuki disana. Semua anggota team satu
persatu mulai datang di Pangkalan, kakak-kakak team Official juga sudah sibuk
mempersiapkan perlengkapan kami, sambil bersenda gurau untuk menghangatkan
tubuh dimalam ini, ya krena kami berangkat malam hari, menggunakan kendaraan bak
terbuka, satu persatu barang perlengkapan mulai naik ke kednaraan yang tertutup
oleh terpal. Tepat pada waktu yang dinanti-nanti kita akan bergeser ke medan
pertempuran melawan keegoisan yang ada pada diri ini, untuk menyatukan tekad
bersama di Bumi Sang Proklamator Bumi Bung Karno. Dengan senyum lebar dan doa
restu orangtua kami, kami berangkat.
Ditanggal 22 April 2017, pagi hari mata kami sudah
terbuka di Bumi Bung Karno, aktivitas ritual pagi ini sudah kami laksanakan
bersama, mandi,sholat dan makan sudah kami lakukan bersama tak lupa suara
hentakan dan triyakan lagu-lagu penyemangat team kami suarakan. Awal proses
pembuktian tlah dimulai ditandai dengan pelepasan balon dari panitia.
“Bismillah, Kawan mari kita mulai”. Kata Pinru pada
kami
“siap Ndan’. Jawab Kami serempak.
“Hahahah”. Suara tawa pun keluar dari teman kami
Happy namanya, sesuai dengan namanya dia yang selalu memecahkan suasana tegang
yang ada dalam team. Yang makin menambah rasa nyaman dalam team ini. Jangan
lupa walaupun kita disini berkompetisi dengan berbagai team yang ada di kab.
Blitar ,Tulungagung dan sekitarnya, kami tetap menjaga persahatan antar anggota
dari Team yang lain, disela-sela waktu giat yang padat kami gunakan utnuk
menyambung tali silaturahmi dengan team lain, karena pramuka itu , Messenger Of
Peace Pembawa Pesan Perdamain, betul Gak?, Karena setiap orang bisa masuk
diorganisasi ini, dan akan pernah dibedakan apa agamanya, apa sukunya, apa
warna kulitnya, dan lain sebagainya. Sragamnya aja sama, sama-sama memakai
kalung bendera pusaka Bangsa Indonesia.
Tiga hari berlalu begitu cepat, semua rasa capek
dalam setiap latihan terbalasakan dalam 3 hari ini. Cerita 3 hari di Bumi Bung
Karno kami ukir bersama. Canda, tawa, setiap proses kita lalui bersama, peluh
yang menetes selama tiga hari akan terjawab hari ini. Saat-saat- medebarkan
akhirnya datang suasana tegang yang ada di lapangan utama terlihat diseluruh
wajah umat manusiia yang ada dilapangan ini. Begitu juga wajah para kakak
Pembina dan Official tiap Team. Satu persatu poin-poin lomba dibacakan suara
triakan gembira bagi mereka Team yang tersebut sebagai juara. Tapi kami hanya
suara dzikir pada Tuhan yang tetap kami lantunkan. Memohon pada Tuhan agar
memberikami yang terbaik dari yang terbaik. Satu persatu Piala kami peroleh
tapi bukan ini yang kami minta, hingga saat yang paling ditunggu dari semua
team. Pengumuman Juara sebenarnya Juara UMUM.
Dzikir kami makin kencang makin kencang dan
Subhanallah,
“JUARA UMUM LOKAGALANG 2017 Team Rajawali
Tulungagung”. Suara lantang dan Keras dari kakak Panitia
Yang memcahkan suara hening lapangan, suara triak
tangis dari kami pun tak terbendungkan, sujud syukur pada allahpun kami
lakukan. Suasana haru secara otomatis terluapkan ditengah lapangan. Alangkah
bahagianya kami. Proses persipan yang begitu berat kami lakukan tidak sia-sia.
Pesan dari kakak- kakak kami yang tetap jadi pedoman dalam hidup kami. Semua
yang dilakukan bersama dengan ikhlas akan menjadi lebih mudah dan indah,
seperti pepatah “satu lidi akan mudah di patahkan dari pada sepuluh lidi”.
Seperti burung bangau yang selalu terbang membentuk huruf V yang dapat membelah
angin yang akhirnya mempermudah mereka terbang berpindah tempat dan apabila
pemimpin mereka lelah secara otomatis akan digantikan salah satu mereka, den
apabila salah satu dari mereka sakit mereka tak pernah meninggalkanya.”
Setiap Remaja memiliki kesempatan untuk membuat
sejarah nya masing-masing, tinggal bagaimana Remaja itu akan menulis sejarahnya
sendiri akankah di tulis dengan cerita yang indah atau sebaliknya. Gunakan
kesempatan mudamu untuk hal yang indah dan menjadi cerita yang indah kelak
ketika kita tua.