Thursday, September 20, 2018

KONTINGEN GIAT PRESTASI JAWA TIMUR KAB. TULUNGAGUNG

KONTINGEN
GIAT PRESTASI JAWA TIMUR
KAB. TULUNGAGUNG

Keseruan tersaji dalam ajang Giat Prestasi Penggalang  akhir pekan lalu (15/8). Sebanyak 6 regu dari Kontingen Kab. Tulungagung adu skill dalam beberapa lomba dengan Regu-regu Penggalang Se-Jawa Timur. yang dibungkus dalam sebuah Kegiatan Jelajah Sejarah bangsa. Mulai Pembuatan Pete Pita, sandi morse samphore, creative Yel Song Dance,menulis berita feature, Kim, kemudia Cerdas Cermat kebangsaan yang menggunakan System rangking satu pada esok harinya.
Ranking I  Menggunakan sistem gugur, para peserta berlomba menyajikan jawaban paling tepat. Apalagi, tantangan yang diberikan tidak hanya tentang teks Pramuka, tapi juga pengetahuan umum. Dengan waktu pengerjaan 15 detik, mereka berpacu dengan waktu. ”Pada game ini, berlaku skor bertingkat sesuai kesulitan soal. Yang salah menjawab, langsung tersingkir,”.
banyak kenangan dan ilmu dalam kegiatan ini. sekali lagi segala sesuatu yang kita usahakan dengan keyakikan dan ke ikhlasan akan menghasilkan sebuah keberhasilan yang sejati. apapun itu. 
Pramuka Keren Pramuka Perekat NKRI. Penggalang Jawa timur Luar Biasa.
 

MEMPERTAHANKAN KEJAYAAN GELORA PENGGALANG V MAN 3 TULUNGAGUNG

MEMPERTAHANKAN KEJAYAAN
GELORA PENGGALANG V
MAN 3 TULUNGAGUNG

Tiga (3) Generasi berbeda, putra -putri bangsa yang berbeda pula, tapi memiliki cita - cita sama, menjunjung tingi Bangsa Indonesia. sebuah kegiatan perlombaan pastinya ada menang ada kalah, tetapi bukan itu tujuan sebenarnya dalam diri kita. tapi sebuah proses untuk mencapai tujuan itu yang lebih penting dari segalanya.
Proses seorang mengalahkan musuh terbesar dalam dirinya, yaitu Ego, individualisme dll. yang sebenarnya menjadi momok terbesar dala setiap insan manusia. siapa yang ingin berhasil atau menang kalahkan dulu diri kita sendiri sebelum mengalahkan orang lain.
Hari itu tanggal 5 September 2018 kami 20 remaja anggota Penggalang SMPN 3 Kedungwaru berangkat dari pangkalan menju gelanggang Gelora Penggalang V dengan penuh semngat dan percaya diri. dengan keyakinan Allah akan selalu meridhoi semua usaha yang sudah kami lakukan selama satu bulan. guna mempersiapkan semua perlombaan. Puji syukur alhamdulah Allah SWT telah menjawab semua doa kami, usaha kami usaha seluruh kelarga besar Pramuka Pasopati, kakak-kakak Kompas yang selalu setia membantu kami. Juara UMUM 3 kalinya kami dapatkan, Juara UMUM piala Bergilir Ka Kwarcab Tulungagung pun Kami pertahankan . Pramuka Luar biasa . Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia
semoga Allah senantiasa memberikan Barakahnya kepada kita aamiin.

Wednesday, March 21, 2018

PRAJA MUDA KARANA

PRAJA MUDA KARANA
Oleh: Kak Lanang Kuncoro
Kredit: Kak Tri Purwadi

Saat pertama kali diperkenalkan, istilah PRAMUKA bukanlah akronim dari "Praja Muda Karana". Melainkan satu kata yang diambil dari Bahasa Jawa, PARAMUKA (dilafalkan: poromuko).

Paramuka disusun dari dua kata, para (orang-orang) dan muka (wajah, depan). Secara harfiah artinya "orang yang di depan". Masih senada dengan: scout, guide, padvinder dan pandu.

Tambahan :
dari buku 75 Tahun Kepanduan/Kepramukaan "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Istilah "pramuka" pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada saat berpidato dalam sebuah acara PKPI (federasi kepanduan putri). Beliau menyatakan telah berdiskusi dengan Pandu Agung Sri Sultan HB IX dan muncul ide melebur organisasi kepanduan dalam satu organisasi dengan nama "pramuka". Pramuka berarti "mereka yang berada di muka".

Kemudian dalam AD/ART Gerakan Pramuka diterangkan bahwa PRAMUKA merupakan akronim dari "Praja Muda Karana". Selama ini kita sering membaca bahwa "Praja Muda Karana" dirtikan "orang muda yang berkarya". Akan tetapi secara harfiah semestinya bukan seperti itu.

Frasa "Praja Muda Karana" juga berasal dari Bahasa Jawa.
1. Praja artinya kerajaan, wilayah atau negara.
2. Muda artinya pemuda, orang muda.
3. Karana artinya melalui.

Maka "Praja Muda Karana" secara harfiah dapat diartikan "Negara yang dibangun melalui pemudanya". Jika kita perdalam, sesuai dengan janji Trisatya yang salah satunya "Menolong sesama hidup dan membangun masyarakat."

Apa yang diperbuat para pemuda tersebut untuk membangun negaranya? Tentunya dengan berkarya. Berkarya supaya dapat hidup mandiri, sehingga memiliki "energi" untuk membangun negaranya. Mungkin disinilah benang merah sehingga "Praja Muda Karana" dijabarkan sebagai "orang muda yang berkarya".

Salam Pramuka!
Selamat Memandu!

Tuesday, March 20, 2018

MATERI PRAMUKA BERKEMAH


MATERI PRAMUKA


BERKEMAH


Seperti kita ketahui bahwa berkemah merupakan suatu kegiatan yang menarik, tidak saja bagi orang dewasa, tetapi juga bagi pemuda dan remaja. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada saat liburan, mereka meninggalkan rumah, pergi ke alam bebas dan disana mendirikan tenda untuk berkemah. Pemilihan tempat berkemah tergantung dari rencana yang sudah diprogramkan, apakah di daerah pantai yang indah, di lereng pegunungan yang sejuk atau di lembah yang mempesona, kadang-kadang juga dilakukan di tepi hutan dekat dengan sungai yang menakjubkan.

Semua acara diperkemahan dilakukan dengan riang gembira, walaupun tidak menutup kemungkinan pekerjaan itu penuh dengan rintangan yang tidak kecil. Selain membawa perlengkapan berkemah, mereka juga memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitarnya dengan tidak merusak lingkungan tersebut.
Suasana yang baik itu oleh Gerakan Pramuka digunakan untuk maksud-maksud pendidikan, oleh karenanya berkemah dalam Gerakan Pramuka diatur/ditata sebagai berikut :

Maksud dan Tujuan Perkemahan :

1. Maksud
(1) Mempraktekkan sistem beregu
(2) Mempraktekkan prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup
(3) Mempraktekkan pembinaan jasmani dan rohani
(4) Mempraktekkan pembinaan hidup beragama
(5) Menjadikan alat untuk tolok ukur kemampuan pribadi


2. Tujuan
(1) Meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
(2) Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri
(3) Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh
(4) Meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan ketrampilan
(5) Membina kerja sama, gotong royong dan kerukunan
(6) Melatih hidup prasahaja dan berswadaya
(7) Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman
(8) Menanamkan kecintaan pada tanah air dan menumbuhkan kesadaran untuk berbakti

Macam Perkemahan

1. Menurut waktunya, perkemahan dibagi dalam :

(1) Perkemahan satu hari (siang hari saja), terkadang disebut Perkemahan Sehari ( PERSARI )
(2) Perkemahan Sabtu Minggu, disebut juga PERSAMI
(3) Perkemahan yang waktunya lebih dari 3 hari
2. Menurut tempat berkemah, dibagi dalam :
(1) Perkemahan menetap (dari awal sampai akhir tetap ditempat itu)
(2) Perkemahan safari (berpindah-pindah tempat)
3. Menurut tujuannya, dibagi dalam :
(1) Perkemahan untuk lomba
(2) Perkemahan untuk persahabatan dengan acara santai
(3) Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek)
(4) Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungannya
(5) Perkemahan untuk rekreasi
4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam :
(1) Perkemahan 2 (dua) orang (perkemahan pengembaraan penegak)
(2) Perkemahan satu regu Penggalang
(3) Perkemahan satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, Ambalan Penegak atau Racana Pandega
(4) Perkemahan tingkat Kwartir Ranting/Cabang/Daerah/Nasional, Kawasan/Dunia
Pelaksanaan Perkemahan

Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah :
1. Persiapan
(1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya
(2) Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah
(3) Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat
(4) Pembentukan panitia/staf pelaksana
(5) Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan
2. Pelaksana
(1) Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab
(2) Pembantu-pembantu dari pembina pramuka
(3) Panitia/staf pelaksana sesuai keperluan
(4) Pembagian tugas pendayagunaan
3. Acara
(1) Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar
(2) Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah
(3) Acara perorangan dan kelompok
4. Pelaksanaan
(1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan
(2) Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan
(3) Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat
(4) Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya
(5) Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu terluang
(6) Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan
5. Penyelesaian
(1) Pembongkaran tenda-tenda
(2) Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang)
(3) Pengecekan pengembalian barang pinjaman
(4) Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat
(5) Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya.

1 Evaluasi
         Untuk mengetahui hasil perkemahan dan sebagai bahan pertimbangan untuk perkemahan di masa-masa mendatang kita dapat mengevaluasi dengan :
1. Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok selama berkemah
2. Mengajukan pertanyaan kepada peserta perkemahan
3. Melihat perubahan sikap peserta perkemahan sebelum dan sesudah pulang berkemah
4. Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak)
5. Kekurangan dan kesalahan serta hambatan dicatat guna perbaikan pada perkemahan yang            akan datang
6. Menyusun laporan hasil berkemah merupakan suatu kewajiban untuk penanggung jawab              perkemahan Lain-lain 1. Untuk perkemahan besar dapat dibentuk panitia pelaksana dengan        mengikutsertakan petugas-petugas yang mempunyai keahlian sesuai bidang tugas yang                diperlukan dari luar Gerakan Pramuka
 2. Syarat memilih tempat berkemah :
(1) Tanahnya rata, atau sedikit miring dan berumput
(2) Ada pohon pelindung
(3) Ada saluran pengeringan/pembuangan air
(4) Dekat sumber air
(5) Pemandangan menarik
(6) Ada arena petualangan
(7) Terjamin keamanannya
(8) Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya
(9) Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan dan lain-lain
(10) Tidak ditepi jurang
(11) Tidak dekat dengan rawa-rawa
(12) Tidak dibawah pohon kelapa yang sedang berbuah atau tidak dibawah pohon yang mudah patah/tumbang
(13) Ada sinar matahari
Perkemahan sebagai alat pendidikan dalam kegiatan kepramukaan harus dapat memenuhi norma-norma dan peraturan serta persyaratan perkemahan yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai pendidikan, perlu dibuat program dan disusun acara kegiatan dalam perkemahan dengan cara pelaksanaan yang tepat, teratur dan tertib serta meningkat.
Acara diperkemahan antara lain, bertualang, menjelajah, mengamati, menyelidik, berlatih dan menyiapkan segala keperluan untuk hidup sehari-hari selama dalam perkemahan

Monday, March 5, 2018

EAST JAVA SCOUT OLIMPIADE COMPETITION (STATION) IV 2018 SMKN 5 SURABAYA




Tepat Tanggal 25 Februari regu penggalang dari berbagai SMP/Mts di Jawa Timur berkumpul dalam sebuah ajang perlombaan yang diadakan oleh salah satu sekolah menengah kejuruan yaitu SMKN 5 Surabaya dengan nama EAST JAVA SCOUT OLIMPIADE COMPETITION (STATION) IV 2018. Satu dari lembaga pendidikan yang mengikuti ajang ini yaitu Sekolah menengah pertama disalah satu kota diselatan Jawa Timur, yaitu Kabupaten Tulungagung SMPN 3 KEdungwaru, mengirimkan 4 regunya terdiri dari 2 Regu Putra dan 2 Regu Putri.
Berbagai lomba telah dipersiapkan dengan matang, dan keyakinan yang luarbiasa dalam hati mereka sebuah proses untuk menggapai tujuan. Mereka yakin berangkat dari kota Marmer menuju kota Pahlawan Surabaya untuk meraih sebuah kemengang, tepat pukul 17.30 hari sabtu 24/02 mereka berkumpul di titik kumpul tengah kota disebuah stasiun. Dengan gerbong kereta mereka diantarkan menuju kota Surabaya.
Ada 6 lomba dalam event ini, ada Panahan, Scout Chef, Pionering, CC, SMS dan desain Poster. Dalam kesempatan kali ini mereka telah mensukseskan latihan mereka dengan meraih Juara 1 & 3  Putra Scout Chef, Juara 1 &2 Scout Chef Putri, Juara 2 Memanah, dan Juara 2 Regu Putra. Dengan perjuangan yang telah mereka lakukan dengan keyakinan Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses.

Thursday, September 7, 2017

PERATURAN BARIS BERBARIS

-->
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)
( Bag. I )
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Apa itu Baris Baerbaris ?
1. Baris Berbaris
a. Pengertian
Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
b. Maksud dan tujuan
1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
1. Aba-aba
a. Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b. Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1) Aba-aba petunjuk
2) Aba-aba peringatan
3) Aba-aba pelaksanaan
1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
b) Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan - GERAK
(bukan lancang kanan)
b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
a) GERAK
b) JALAN
c) MULAI
a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK
-hadap kanan -GERAK
-lencang kanan -GERAK
b. JALAN: adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
· Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
· Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
· Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul -MULAI
4. Cara memberi aba-aba
a) Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
· Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
· Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
· Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d) Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK
Sumber/ Referensi :
1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
2. Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD

KOMPAS & DENSUS 8 EGLE SCOUT



KOMPAS
 &
DENSUS 8 EGLE SCOUT

“Tak akan ada hasil yang mengingkari Proses,”kata kakak ku yang Kami hormati Kak Remon Namanya, beliau seorang Satpam Disekolah Kami, yang dengan tekun dan rela mendidik kami hingga kami dapat meraih apa yang kami impikan. Kalimat itu yang sering diberikan kepada saya dan teman-teman, sebuah kalimat yang memicu semangat dan tekad kami dalam menggapai sebuah tujuan dan cita-cita kami,
Perkenalkan Kompas Densus delapan Egle Scout, sebuah Team yang memiliki komposisi yang sempurna beranggotakan 8 remaja yang memiliki culture wilayah berbeda-beda, memiliki karakater dan watak yang berbeda-beda tapi itulah yang membuat kami semakin kuat, karena kami yakin setiap Sesuatu yang dilakukan bersama pasti akan lebih mudah dan menyenangka, seperti system kerja pasukan semut yang mengangkat makanan mereka yang lebih besar dari mereka secara bersama yang akhirnya dapat menrobos ketidak mungkinan.
Pagi ku saya awali dengan berisiknya suara alaram HP jadulku yang aku seting tepat pukul 04.00 WIB.
“kringggg  krinnnnngggg” akhirnya menyadarkan ku. Bergegas saya pun langsung menuju kamar mandi dan berrrrrrrrrr…. Dinginnya air mengalir kemuka, tanganku dan seluruh tubuhku. Ohh dinginya minta ampun. Dengan ditemani sarung kesayangangku aku menuju masjid samping rumahku melaksanakn aktifitas rutinku bersama Bapak dan Emak.
“Pye Mir”,sapa Bapak.
“Nopone Pak?” jawab ku
“Kapan Budal ke Blitar”? Tanya Bapak Lagi
            “tanggal 22 April Pak” jawabku, memang hari hari ini kami Kompas sedang mempersiapkan sebuah pertempuran di kompetisi yang sangat bergengsi yang bertempat dibumi Bung Karno, Srengat Blitar.
Hari ini kuawali dengan mentari yang muncul dengan malu-malunya dari ufuk timur yang ditemani oleh awan merah yang begitu menawan, butiran embun yang menetes dari dahan ranting daun tetumbuhan sekitar rumah yang menambah indahnya pagi ini, apa lagi ketika mereka terpancar cahaya mentari, menambah kemilau bagai mutiara laut dalam yang indah. Tak terlewatkan fasilitas Tuhan yang begitu besar dan gratis untuk senantiasa kita nikmati, hmmmmmz begitu segar udara pagi ini rasa syukur begitu dalam saya panjatkan dengan memejamkan mata dan melentangkan kedua tanganku menghadap ke timur seraya menyambut indahnya mentari ku hirup dalam-dalam karunia Tuhan ini, puji syukur alhamdulilah. Setelah semua ritual pagi ini aku lakukan bergegaslah aku berganti pakain kebanggaan ku, warna ckolat muda tuk bajuku dan coklat tua tuk celanaku tak lupa kiasan Bendera bangsaku Merah Putih Wrnanya ku gantung di leherku yang kan kujaga dengan taruhan nyawaku.
Setelah siap semua bekalku hari ini bergeserlah aku dengan sepedah tua ku merek tiiiiiiiiiiiit. Menuju pangkalan, markas besar Komando Pasopati (Kompas), dengan semngat kukayuh dengan kuat pedal sepedahku, 15 menit kutempuh jarak dari rumahku, sesampai disana ternyata kawan-kawanku sudah bersiap dilapangan, ada yang bermain Handphone, ada yang bermain Bendara kuning merah, ada yang bermain bendara putih sleret hitam da nada yang hanya bengong liat temanya bersendau gurau. Dengan sigap kutaruh sepedah kesayanganku di parkiran. Langsung aku menuju kelapangan dan bergabung dengan teman-temanku.
“Asalamualaikum Pagi kawan”, sapa ku kepada para sahabatku,
 “Waalaikumsalam bagaimana Mir dengan konsep Piioneringnya sudahkah selesai?” Tanya sang pinru Kepada ku
Berbagai pembahasan kami lakukan sambil menunggu jam latihan dimulai. Percakapan kami pun terhenti ketika peluit Panjang dari Pinru berbunyi
Dengan lantang,”Siap Grak” aba-aba mengawali barisan kami pun terlontar dengan sikap tegas dan mantebnya Pinru kami memimpin kami,
 Apel pun dimulai, dengan kakak Pembina satuan kami kak Samsul namnya memberikan arahan latihan hari ini, hari ini kita berlatih variasi baris-berbaris sekaligus gladi bersih karena dua hari lagi kita sudaf berangkat menuju lokasi pertempuran.
“Tak akan ada Hasil Yang Mengingkari Proses.” Kalimat penyemagat dari Kak Agus yang sering diberikan kepada kami diualangi lagi oleh Kak Samsul, maksud dari kalimat itu adalah ketika kita mau menyiapak segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan kemampuan kita semaksimal mungkin kita akan memperoleh hasil yang maksimal juga, dan sebaliknya juga akan begitu, maka dari itu dalam setiap hal kami Anak pramuka selalu bersungguh-sungguh Dilapangan dan begitu juga dikelas. Jika kita ingin jadi Juara kelas kita juga selalu belajar dengn maksimal.
            Hari yang kami tunggupun akhirnya datang, 2 bulan proses kita berlatih mempersiapkan semua perlombaan telah selesai, proses pembuktian “Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses” itu pun akan terbuki disana. Semua anggota team satu persatu mulai datang di Pangkalan, kakak-kakak team Official juga sudah sibuk mempersiapkan perlengkapan kami, sambil bersenda gurau untuk menghangatkan tubuh dimalam ini, ya krena kami berangkat malam hari, menggunakan kendaraan bak terbuka, satu persatu barang perlengkapan mulai naik ke kednaraan yang tertutup oleh terpal. Tepat pada waktu yang dinanti-nanti kita akan bergeser ke medan pertempuran melawan keegoisan yang ada pada diri ini, untuk menyatukan tekad bersama di Bumi Sang Proklamator Bumi Bung Karno. Dengan senyum lebar dan doa restu orangtua kami, kami berangkat.
Ditanggal 22 April 2017, pagi hari mata kami sudah terbuka di Bumi Bung Karno, aktivitas ritual pagi ini sudah kami laksanakan bersama, mandi,sholat dan makan sudah kami lakukan bersama tak lupa suara hentakan dan triyakan lagu-lagu penyemangat team kami suarakan. Awal proses pembuktian tlah dimulai ditandai dengan pelepasan balon dari panitia.
“Bismillah, Kawan mari kita mulai”. Kata Pinru pada kami
“siap Ndan’. Jawab Kami serempak.
“Hahahah”. Suara tawa pun keluar dari teman kami Happy namanya, sesuai dengan namanya dia yang selalu memecahkan suasana tegang yang ada dalam team. Yang makin menambah rasa nyaman dalam team ini. Jangan lupa walaupun kita disini berkompetisi dengan berbagai team yang ada di kab. Blitar ,Tulungagung dan sekitarnya, kami tetap menjaga persahatan antar anggota dari Team yang lain, disela-sela waktu giat yang padat kami gunakan utnuk menyambung tali silaturahmi dengan team lain, karena pramuka itu , Messenger Of Peace Pembawa Pesan Perdamain, betul Gak?, Karena setiap orang bisa masuk diorganisasi ini, dan akan pernah dibedakan apa agamanya, apa sukunya, apa warna kulitnya, dan lain sebagainya. Sragamnya aja sama, sama-sama memakai kalung bendera pusaka Bangsa Indonesia.
Tiga hari berlalu begitu cepat, semua rasa capek dalam setiap latihan terbalasakan dalam 3 hari ini. Cerita 3 hari di Bumi Bung Karno kami ukir bersama. Canda, tawa, setiap proses kita lalui bersama, peluh yang menetes selama tiga hari akan terjawab hari ini. Saat-saat- medebarkan akhirnya datang suasana tegang yang ada di lapangan utama terlihat diseluruh wajah umat manusiia yang ada dilapangan ini. Begitu juga wajah para kakak Pembina dan Official tiap Team. Satu persatu poin-poin lomba dibacakan suara triakan gembira bagi mereka Team yang tersebut sebagai juara. Tapi kami hanya suara dzikir pada Tuhan yang tetap kami lantunkan. Memohon pada Tuhan agar memberikami yang terbaik dari yang terbaik. Satu persatu Piala kami peroleh tapi bukan ini yang kami minta, hingga saat yang paling ditunggu dari semua team. Pengumuman Juara sebenarnya Juara UMUM.
Dzikir kami makin kencang makin kencang dan Subhanallah,
“JUARA UMUM LOKAGALANG 2017 Team Rajawali Tulungagung”. Suara lantang dan Keras dari kakak Panitia
Yang memcahkan suara hening lapangan, suara triak tangis dari kami pun tak terbendungkan, sujud syukur pada allahpun kami lakukan. Suasana haru secara otomatis terluapkan ditengah lapangan. Alangkah bahagianya kami. Proses persipan yang begitu berat kami lakukan tidak sia-sia. Pesan dari kakak- kakak kami yang tetap jadi pedoman dalam hidup kami. Semua yang dilakukan bersama dengan ikhlas akan menjadi lebih mudah dan indah, seperti pepatah “satu lidi akan mudah di patahkan dari pada sepuluh lidi”. Seperti burung bangau yang selalu terbang membentuk huruf V yang dapat membelah angin yang akhirnya mempermudah mereka terbang berpindah tempat dan apabila pemimpin mereka lelah secara otomatis akan digantikan salah satu mereka, den apabila salah satu dari mereka sakit mereka tak pernah meninggalkanya.”
Setiap Remaja memiliki kesempatan untuk membuat sejarah nya masing-masing, tinggal bagaimana Remaja itu akan menulis sejarahnya sendiri akankah di tulis dengan cerita yang indah atau sebaliknya. Gunakan kesempatan mudamu untuk hal yang indah dan menjadi cerita yang indah kelak ketika kita tua.
“Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses”

Tulungagung 6 Juni 2017
Komunitas Alumni Pasopati
AGUS RIYANTO, S.Pd.I

DOKUMENTASI KEGIATAN PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU

  DOKUMENTASI   KEGIATAN  PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU