Thursday, September 7, 2017

KOMPAS & DENSUS 8 EGLE SCOUT



KOMPAS
 &
DENSUS 8 EGLE SCOUT

“Tak akan ada hasil yang mengingkari Proses,”kata kakak ku yang Kami hormati Kak Remon Namanya, beliau seorang Satpam Disekolah Kami, yang dengan tekun dan rela mendidik kami hingga kami dapat meraih apa yang kami impikan. Kalimat itu yang sering diberikan kepada saya dan teman-teman, sebuah kalimat yang memicu semangat dan tekad kami dalam menggapai sebuah tujuan dan cita-cita kami,
Perkenalkan Kompas Densus delapan Egle Scout, sebuah Team yang memiliki komposisi yang sempurna beranggotakan 8 remaja yang memiliki culture wilayah berbeda-beda, memiliki karakater dan watak yang berbeda-beda tapi itulah yang membuat kami semakin kuat, karena kami yakin setiap Sesuatu yang dilakukan bersama pasti akan lebih mudah dan menyenangka, seperti system kerja pasukan semut yang mengangkat makanan mereka yang lebih besar dari mereka secara bersama yang akhirnya dapat menrobos ketidak mungkinan.
Pagi ku saya awali dengan berisiknya suara alaram HP jadulku yang aku seting tepat pukul 04.00 WIB.
“kringggg  krinnnnngggg” akhirnya menyadarkan ku. Bergegas saya pun langsung menuju kamar mandi dan berrrrrrrrrr…. Dinginnya air mengalir kemuka, tanganku dan seluruh tubuhku. Ohh dinginya minta ampun. Dengan ditemani sarung kesayangangku aku menuju masjid samping rumahku melaksanakn aktifitas rutinku bersama Bapak dan Emak.
“Pye Mir”,sapa Bapak.
“Nopone Pak?” jawab ku
“Kapan Budal ke Blitar”? Tanya Bapak Lagi
            “tanggal 22 April Pak” jawabku, memang hari hari ini kami Kompas sedang mempersiapkan sebuah pertempuran di kompetisi yang sangat bergengsi yang bertempat dibumi Bung Karno, Srengat Blitar.
Hari ini kuawali dengan mentari yang muncul dengan malu-malunya dari ufuk timur yang ditemani oleh awan merah yang begitu menawan, butiran embun yang menetes dari dahan ranting daun tetumbuhan sekitar rumah yang menambah indahnya pagi ini, apa lagi ketika mereka terpancar cahaya mentari, menambah kemilau bagai mutiara laut dalam yang indah. Tak terlewatkan fasilitas Tuhan yang begitu besar dan gratis untuk senantiasa kita nikmati, hmmmmmz begitu segar udara pagi ini rasa syukur begitu dalam saya panjatkan dengan memejamkan mata dan melentangkan kedua tanganku menghadap ke timur seraya menyambut indahnya mentari ku hirup dalam-dalam karunia Tuhan ini, puji syukur alhamdulilah. Setelah semua ritual pagi ini aku lakukan bergegaslah aku berganti pakain kebanggaan ku, warna ckolat muda tuk bajuku dan coklat tua tuk celanaku tak lupa kiasan Bendera bangsaku Merah Putih Wrnanya ku gantung di leherku yang kan kujaga dengan taruhan nyawaku.
Setelah siap semua bekalku hari ini bergeserlah aku dengan sepedah tua ku merek tiiiiiiiiiiiit. Menuju pangkalan, markas besar Komando Pasopati (Kompas), dengan semngat kukayuh dengan kuat pedal sepedahku, 15 menit kutempuh jarak dari rumahku, sesampai disana ternyata kawan-kawanku sudah bersiap dilapangan, ada yang bermain Handphone, ada yang bermain Bendara kuning merah, ada yang bermain bendara putih sleret hitam da nada yang hanya bengong liat temanya bersendau gurau. Dengan sigap kutaruh sepedah kesayanganku di parkiran. Langsung aku menuju kelapangan dan bergabung dengan teman-temanku.
“Asalamualaikum Pagi kawan”, sapa ku kepada para sahabatku,
 “Waalaikumsalam bagaimana Mir dengan konsep Piioneringnya sudahkah selesai?” Tanya sang pinru Kepada ku
Berbagai pembahasan kami lakukan sambil menunggu jam latihan dimulai. Percakapan kami pun terhenti ketika peluit Panjang dari Pinru berbunyi
Dengan lantang,”Siap Grak” aba-aba mengawali barisan kami pun terlontar dengan sikap tegas dan mantebnya Pinru kami memimpin kami,
 Apel pun dimulai, dengan kakak Pembina satuan kami kak Samsul namnya memberikan arahan latihan hari ini, hari ini kita berlatih variasi baris-berbaris sekaligus gladi bersih karena dua hari lagi kita sudaf berangkat menuju lokasi pertempuran.
“Tak akan ada Hasil Yang Mengingkari Proses.” Kalimat penyemagat dari Kak Agus yang sering diberikan kepada kami diualangi lagi oleh Kak Samsul, maksud dari kalimat itu adalah ketika kita mau menyiapak segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan kemampuan kita semaksimal mungkin kita akan memperoleh hasil yang maksimal juga, dan sebaliknya juga akan begitu, maka dari itu dalam setiap hal kami Anak pramuka selalu bersungguh-sungguh Dilapangan dan begitu juga dikelas. Jika kita ingin jadi Juara kelas kita juga selalu belajar dengn maksimal.
            Hari yang kami tunggupun akhirnya datang, 2 bulan proses kita berlatih mempersiapkan semua perlombaan telah selesai, proses pembuktian “Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses” itu pun akan terbuki disana. Semua anggota team satu persatu mulai datang di Pangkalan, kakak-kakak team Official juga sudah sibuk mempersiapkan perlengkapan kami, sambil bersenda gurau untuk menghangatkan tubuh dimalam ini, ya krena kami berangkat malam hari, menggunakan kendaraan bak terbuka, satu persatu barang perlengkapan mulai naik ke kednaraan yang tertutup oleh terpal. Tepat pada waktu yang dinanti-nanti kita akan bergeser ke medan pertempuran melawan keegoisan yang ada pada diri ini, untuk menyatukan tekad bersama di Bumi Sang Proklamator Bumi Bung Karno. Dengan senyum lebar dan doa restu orangtua kami, kami berangkat.
Ditanggal 22 April 2017, pagi hari mata kami sudah terbuka di Bumi Bung Karno, aktivitas ritual pagi ini sudah kami laksanakan bersama, mandi,sholat dan makan sudah kami lakukan bersama tak lupa suara hentakan dan triyakan lagu-lagu penyemangat team kami suarakan. Awal proses pembuktian tlah dimulai ditandai dengan pelepasan balon dari panitia.
“Bismillah, Kawan mari kita mulai”. Kata Pinru pada kami
“siap Ndan’. Jawab Kami serempak.
“Hahahah”. Suara tawa pun keluar dari teman kami Happy namanya, sesuai dengan namanya dia yang selalu memecahkan suasana tegang yang ada dalam team. Yang makin menambah rasa nyaman dalam team ini. Jangan lupa walaupun kita disini berkompetisi dengan berbagai team yang ada di kab. Blitar ,Tulungagung dan sekitarnya, kami tetap menjaga persahatan antar anggota dari Team yang lain, disela-sela waktu giat yang padat kami gunakan utnuk menyambung tali silaturahmi dengan team lain, karena pramuka itu , Messenger Of Peace Pembawa Pesan Perdamain, betul Gak?, Karena setiap orang bisa masuk diorganisasi ini, dan akan pernah dibedakan apa agamanya, apa sukunya, apa warna kulitnya, dan lain sebagainya. Sragamnya aja sama, sama-sama memakai kalung bendera pusaka Bangsa Indonesia.
Tiga hari berlalu begitu cepat, semua rasa capek dalam setiap latihan terbalasakan dalam 3 hari ini. Cerita 3 hari di Bumi Bung Karno kami ukir bersama. Canda, tawa, setiap proses kita lalui bersama, peluh yang menetes selama tiga hari akan terjawab hari ini. Saat-saat- medebarkan akhirnya datang suasana tegang yang ada di lapangan utama terlihat diseluruh wajah umat manusiia yang ada dilapangan ini. Begitu juga wajah para kakak Pembina dan Official tiap Team. Satu persatu poin-poin lomba dibacakan suara triakan gembira bagi mereka Team yang tersebut sebagai juara. Tapi kami hanya suara dzikir pada Tuhan yang tetap kami lantunkan. Memohon pada Tuhan agar memberikami yang terbaik dari yang terbaik. Satu persatu Piala kami peroleh tapi bukan ini yang kami minta, hingga saat yang paling ditunggu dari semua team. Pengumuman Juara sebenarnya Juara UMUM.
Dzikir kami makin kencang makin kencang dan Subhanallah,
“JUARA UMUM LOKAGALANG 2017 Team Rajawali Tulungagung”. Suara lantang dan Keras dari kakak Panitia
Yang memcahkan suara hening lapangan, suara triak tangis dari kami pun tak terbendungkan, sujud syukur pada allahpun kami lakukan. Suasana haru secara otomatis terluapkan ditengah lapangan. Alangkah bahagianya kami. Proses persipan yang begitu berat kami lakukan tidak sia-sia. Pesan dari kakak- kakak kami yang tetap jadi pedoman dalam hidup kami. Semua yang dilakukan bersama dengan ikhlas akan menjadi lebih mudah dan indah, seperti pepatah “satu lidi akan mudah di patahkan dari pada sepuluh lidi”. Seperti burung bangau yang selalu terbang membentuk huruf V yang dapat membelah angin yang akhirnya mempermudah mereka terbang berpindah tempat dan apabila pemimpin mereka lelah secara otomatis akan digantikan salah satu mereka, den apabila salah satu dari mereka sakit mereka tak pernah meninggalkanya.”
Setiap Remaja memiliki kesempatan untuk membuat sejarah nya masing-masing, tinggal bagaimana Remaja itu akan menulis sejarahnya sendiri akankah di tulis dengan cerita yang indah atau sebaliknya. Gunakan kesempatan mudamu untuk hal yang indah dan menjadi cerita yang indah kelak ketika kita tua.
“Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses”

Tulungagung 6 Juni 2017
Komunitas Alumni Pasopati
AGUS RIYANTO, S.Pd.I

No comments:

Post a Comment

DOKUMENTASI KEGIATAN PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU

  DOKUMENTASI   KEGIATAN  PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU