Wednesday, March 21, 2018

PRAJA MUDA KARANA

PRAJA MUDA KARANA
Oleh: Kak Lanang Kuncoro
Kredit: Kak Tri Purwadi

Saat pertama kali diperkenalkan, istilah PRAMUKA bukanlah akronim dari "Praja Muda Karana". Melainkan satu kata yang diambil dari Bahasa Jawa, PARAMUKA (dilafalkan: poromuko).

Paramuka disusun dari dua kata, para (orang-orang) dan muka (wajah, depan). Secara harfiah artinya "orang yang di depan". Masih senada dengan: scout, guide, padvinder dan pandu.

Tambahan :
dari buku 75 Tahun Kepanduan/Kepramukaan "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Istilah "pramuka" pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada saat berpidato dalam sebuah acara PKPI (federasi kepanduan putri). Beliau menyatakan telah berdiskusi dengan Pandu Agung Sri Sultan HB IX dan muncul ide melebur organisasi kepanduan dalam satu organisasi dengan nama "pramuka". Pramuka berarti "mereka yang berada di muka".

Kemudian dalam AD/ART Gerakan Pramuka diterangkan bahwa PRAMUKA merupakan akronim dari "Praja Muda Karana". Selama ini kita sering membaca bahwa "Praja Muda Karana" dirtikan "orang muda yang berkarya". Akan tetapi secara harfiah semestinya bukan seperti itu.

Frasa "Praja Muda Karana" juga berasal dari Bahasa Jawa.
1. Praja artinya kerajaan, wilayah atau negara.
2. Muda artinya pemuda, orang muda.
3. Karana artinya melalui.

Maka "Praja Muda Karana" secara harfiah dapat diartikan "Negara yang dibangun melalui pemudanya". Jika kita perdalam, sesuai dengan janji Trisatya yang salah satunya "Menolong sesama hidup dan membangun masyarakat."

Apa yang diperbuat para pemuda tersebut untuk membangun negaranya? Tentunya dengan berkarya. Berkarya supaya dapat hidup mandiri, sehingga memiliki "energi" untuk membangun negaranya. Mungkin disinilah benang merah sehingga "Praja Muda Karana" dijabarkan sebagai "orang muda yang berkarya".

Salam Pramuka!
Selamat Memandu!

Tuesday, March 20, 2018

MATERI PRAMUKA BERKEMAH


MATERI PRAMUKA


BERKEMAH


Seperti kita ketahui bahwa berkemah merupakan suatu kegiatan yang menarik, tidak saja bagi orang dewasa, tetapi juga bagi pemuda dan remaja. Pada waktu-waktu tertentu, khususnya pada saat liburan, mereka meninggalkan rumah, pergi ke alam bebas dan disana mendirikan tenda untuk berkemah. Pemilihan tempat berkemah tergantung dari rencana yang sudah diprogramkan, apakah di daerah pantai yang indah, di lereng pegunungan yang sejuk atau di lembah yang mempesona, kadang-kadang juga dilakukan di tepi hutan dekat dengan sungai yang menakjubkan.

Semua acara diperkemahan dilakukan dengan riang gembira, walaupun tidak menutup kemungkinan pekerjaan itu penuh dengan rintangan yang tidak kecil. Selain membawa perlengkapan berkemah, mereka juga memanfaatkan bahan-bahan dari alam sekitarnya dengan tidak merusak lingkungan tersebut.
Suasana yang baik itu oleh Gerakan Pramuka digunakan untuk maksud-maksud pendidikan, oleh karenanya berkemah dalam Gerakan Pramuka diatur/ditata sebagai berikut :

Maksud dan Tujuan Perkemahan :

1. Maksud
(1) Mempraktekkan sistem beregu
(2) Mempraktekkan prinsip swadaya dan keprasahajaan hidup
(3) Mempraktekkan pembinaan jasmani dan rohani
(4) Mempraktekkan pembinaan hidup beragama
(5) Menjadikan alat untuk tolok ukur kemampuan pribadi


2. Tujuan
(1) Meningkatkan keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
(2) Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri
(3) Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh
(4) Meningkatkan daya kreasi, ketangkasan dan ketrampilan
(5) Membina kerja sama, gotong royong dan kerukunan
(6) Melatih hidup prasahaja dan berswadaya
(7) Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman
(8) Menanamkan kecintaan pada tanah air dan menumbuhkan kesadaran untuk berbakti

Macam Perkemahan

1. Menurut waktunya, perkemahan dibagi dalam :

(1) Perkemahan satu hari (siang hari saja), terkadang disebut Perkemahan Sehari ( PERSARI )
(2) Perkemahan Sabtu Minggu, disebut juga PERSAMI
(3) Perkemahan yang waktunya lebih dari 3 hari
2. Menurut tempat berkemah, dibagi dalam :
(1) Perkemahan menetap (dari awal sampai akhir tetap ditempat itu)
(2) Perkemahan safari (berpindah-pindah tempat)
3. Menurut tujuannya, dibagi dalam :
(1) Perkemahan untuk lomba
(2) Perkemahan untuk persahabatan dengan acara santai
(3) Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek)
(4) Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungannya
(5) Perkemahan untuk rekreasi
4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam :
(1) Perkemahan 2 (dua) orang (perkemahan pengembaraan penegak)
(2) Perkemahan satu regu Penggalang
(3) Perkemahan satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, Ambalan Penegak atau Racana Pandega
(4) Perkemahan tingkat Kwartir Ranting/Cabang/Daerah/Nasional, Kawasan/Dunia
Pelaksanaan Perkemahan

Untuk suatu perkemahan yang baik, maka prosedur yang harus ditempuh adalah :
1. Persiapan
(1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya
(2) Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah
(3) Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat
(4) Pembentukan panitia/staf pelaksana
(5) Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan
2. Pelaksana
(1) Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab
(2) Pembantu-pembantu dari pembina pramuka
(3) Panitia/staf pelaksana sesuai keperluan
(4) Pembagian tugas pendayagunaan
3. Acara
(1) Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar
(2) Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah
(3) Acara perorangan dan kelompok
4. Pelaksanaan
(1) Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan
(2) Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan
(3) Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat
(4) Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya
(5) Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu terluang
(6) Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan
5. Penyelesaian
(1) Pembongkaran tenda-tenda
(2) Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang)
(3) Pengecekan pengembalian barang pinjaman
(4) Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat
(5) Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya.

1 Evaluasi
         Untuk mengetahui hasil perkemahan dan sebagai bahan pertimbangan untuk perkemahan di masa-masa mendatang kita dapat mengevaluasi dengan :
1. Mencatat prestasi kegiatan perorangan maupun kelompok selama berkemah
2. Mengajukan pertanyaan kepada peserta perkemahan
3. Melihat perubahan sikap peserta perkemahan sebelum dan sesudah pulang berkemah
4. Melihat kesehatan peserta (banyak yang sakit atau tidak)
5. Kekurangan dan kesalahan serta hambatan dicatat guna perbaikan pada perkemahan yang            akan datang
6. Menyusun laporan hasil berkemah merupakan suatu kewajiban untuk penanggung jawab              perkemahan Lain-lain 1. Untuk perkemahan besar dapat dibentuk panitia pelaksana dengan        mengikutsertakan petugas-petugas yang mempunyai keahlian sesuai bidang tugas yang                diperlukan dari luar Gerakan Pramuka
 2. Syarat memilih tempat berkemah :
(1) Tanahnya rata, atau sedikit miring dan berumput
(2) Ada pohon pelindung
(3) Ada saluran pengeringan/pembuangan air
(4) Dekat sumber air
(5) Pemandangan menarik
(6) Ada arena petualangan
(7) Terjamin keamanannya
(8) Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan raya
(9) Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan dan lain-lain
(10) Tidak ditepi jurang
(11) Tidak dekat dengan rawa-rawa
(12) Tidak dibawah pohon kelapa yang sedang berbuah atau tidak dibawah pohon yang mudah patah/tumbang
(13) Ada sinar matahari
Perkemahan sebagai alat pendidikan dalam kegiatan kepramukaan harus dapat memenuhi norma-norma dan peraturan serta persyaratan perkemahan yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai pendidikan, perlu dibuat program dan disusun acara kegiatan dalam perkemahan dengan cara pelaksanaan yang tepat, teratur dan tertib serta meningkat.
Acara diperkemahan antara lain, bertualang, menjelajah, mengamati, menyelidik, berlatih dan menyiapkan segala keperluan untuk hidup sehari-hari selama dalam perkemahan

Monday, March 5, 2018

EAST JAVA SCOUT OLIMPIADE COMPETITION (STATION) IV 2018 SMKN 5 SURABAYA




Tepat Tanggal 25 Februari regu penggalang dari berbagai SMP/Mts di Jawa Timur berkumpul dalam sebuah ajang perlombaan yang diadakan oleh salah satu sekolah menengah kejuruan yaitu SMKN 5 Surabaya dengan nama EAST JAVA SCOUT OLIMPIADE COMPETITION (STATION) IV 2018. Satu dari lembaga pendidikan yang mengikuti ajang ini yaitu Sekolah menengah pertama disalah satu kota diselatan Jawa Timur, yaitu Kabupaten Tulungagung SMPN 3 KEdungwaru, mengirimkan 4 regunya terdiri dari 2 Regu Putra dan 2 Regu Putri.
Berbagai lomba telah dipersiapkan dengan matang, dan keyakinan yang luarbiasa dalam hati mereka sebuah proses untuk menggapai tujuan. Mereka yakin berangkat dari kota Marmer menuju kota Pahlawan Surabaya untuk meraih sebuah kemengang, tepat pukul 17.30 hari sabtu 24/02 mereka berkumpul di titik kumpul tengah kota disebuah stasiun. Dengan gerbong kereta mereka diantarkan menuju kota Surabaya.
Ada 6 lomba dalam event ini, ada Panahan, Scout Chef, Pionering, CC, SMS dan desain Poster. Dalam kesempatan kali ini mereka telah mensukseskan latihan mereka dengan meraih Juara 1 & 3  Putra Scout Chef, Juara 1 &2 Scout Chef Putri, Juara 2 Memanah, dan Juara 2 Regu Putra. Dengan perjuangan yang telah mereka lakukan dengan keyakinan Tak Akan Ada Hasil Yang Mengingkari Proses.

DOKUMENTASI KEGIATAN PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU

  DOKUMENTASI   KEGIATAN  PRAMUKA PASOPATI SMPN 3 KEDUNGWARU